NEWSTICKER

Direktur Indef: Kenaikan Harga BBM Dinilai Kurang Tepat

3 September 2022 16:00

Menurut Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad, kenaikan harga BBM dinilai kurang tepat, terutama soal alasan di balik kebijakan tersebut. Hal tersebut karena terdapat kompensasi dari beberapa tahun sebelumnya, yang harus dipikul tahun ini.

"Seharusnya apabila pemerintah melihat lebih dalam, itu tidak harus ditanggung tahun ini. Karena kita harus menanggung seluruh perhitungan biaya dengan harga kekinian atau keekonomian yang dilakukan saat ini," kata Tauhid. 

Dia juga menambahkan bahwa tidak hanya perkara alasan saja tetapi juga soal perhitungan yang kurang tepat dari pemerintah.  

"Pada saat ini jika kita cek di website WTI, harga minyak dunia itu berada di sekitar angka 88-90 dolar AS per barel. Dengan perhitungan ini dan kita memahami bahwa pernah harga minyak di atas 100 dolar AS per barel. Maka setidaknya, harusnya rata-ratanya tetap di bawah 100 dolar AS per barel dalam perhitungan subsidi," imbuhnya.

Tauhid menyebut pemerintah tidak memiliki pilihan lain, menaikkan harga ini menjadi keputusan yang sangat sulit di tengah membengkaknya defisit belanja negara.