NEWSTICKER

Gayus Lumbuun: MA Tidak Cukup Diawasi, tapi Harus Dievaluasi

10 November 2022 16:10

Hakim Agung kembali terjerat kasus suap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Menanggapi hal tersebut, mantan Hakim Agung Gayus Lumbuun menegaskan Mahkamah Agung (MA) tidak cukup hanya diawasi atau dibina, tetapi harus dievaluasi. 

"Mestinya dilakukan evaluasi. Sehingga yang bagus itu dipertahankan, yang tidak bagus itu diganti dengan lain agar kita punya wajah baru peradilan di puncak pengadilan Indonesia," tegasnya. 

Gayus menilai ada beberapa kriteria yang perlu diperbaiki seperti penempatan Hakim Agung atau yang dikenal dengan Tim Promosi Mutasi (TPM). Pemilihan tim ini harus dilakukan dengan tepat agar tidak salah menempatkan hakim-hakim di daerah yang memimpin Pengadilan Tinggi (PT) atau Pengadilan Negeri (PN).

Sementara kasus suap yang menyeret hakim agung dinilai menunjukkan carut marutnya peradilan di Indonesia. Gayus mengusulkan peradilan dalam persidangan dilakukan secara terbuka agar publik dapat menyaksikan kesepakatan hakim, pro-kontra pembahasan masalah, hingga berakhir pada putusan.

"Kalau tidak bisa terbuka secara umum kepada masyarakat karena lingkup ruangan yang ada, cukup dengan rekaman,"  ujar Mantan Hakim Agung Gayus Lambun.