27 June 2023 17:30
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan program pelaksanaan rekomendasi penyelesaian non-yudisial pelanggaran HAM yang berat. Kegiatan itu diselenggarakan di Rumoh Geudong, Kabupaten Pidie, Aceh, Selasa, 27 Juni 2023. Program ini untuk memulihkan luka korban dan keluarga korban dari 12 peristiwa HAM berat di Indonesia.
Jokowi menekankan acara ini juga menjadi komitmen bersama agar tidak ada lagi peristiwa pelanggaran HAM berat. Oleh karena itu, pemerintah memiliki niat yang tulus untuk menyelesaikan pelanggaran HAM berat.
Kepala Negara menyampaikan terimakasih kepada korban atau ahli waris korban yang telah berbesar hati menerima proses pemulihan ini. Ia meyakini tidak ada proses yang sia-sia.
Berikut ialah 12 peristiwa HAM berat yang telah diakui oleh pemerintah:
1.Peristiwa 1965-1966
2. Peristiwa Penembakan Misterius 1982-1985
3. Peristiwa Talangsari, Lampung 1989
4. Peristiwa Rumoh Geudong dan Pos Sattis, Aceh 1989
5. Peristiwa Penghilangan Orang Secara Paksa 1997-1998
6. Peristiwa Kerusuhan Mei 1998
7. Peristiwa Trisakti dan Semanggi I - II 1998-1999
8. Peristiwa Pembunuhan Dukun Santet 1998-1999
9. Peristiwa Simpang KKA, Aceh 1999
10. Peristiwa Wasior, Papua 2001-2002
11. Peristiwa Wamena, Papua 2003
12. Peristiwa Jambo Keupok, Aceh 2003.