NEWSTICKER

APBN 2023: Didesain Menjaga Fleksibilitas dalam Mengelola Ekonomi Global

Menakar Postur RAPBN 2023

16 August 2022 13:40

Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet Senin (8/8/2022) memberikan arahan dalam penyusunan RAPBN 2023. Presiden meminta RAPBN 2023 di desain mampu menjaga fleksibilitas dalam mengelola gejolak ekonomi global. 

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebut, RAPBN 2023 harus mampu menjadi Shock Absorber, mengingat situasi ekonomi dan politik global masih dihadapkan pada tantangan.  

Sri Mulyani sempat menyebut belanja kementerian dan lembaga pada tahun 2023 akan berkisar di Rp993 triliun. Anggaran untuk sektor kesehatan tidak lagi akan di fokuskan kepada penanganan Covid-19, namun anggarannya akan tetap ditingkatkan hingga mencapai kisaran Rp168,4 triliun.

Sri Mulyani juga memprediksi sejumlah harga komoditas akan mengalami penurunan pada tahun depan. Seperti harga minyak mentah, crude palm oil (CPO) dan batu bara. Pergerakan harga komoditas dunia ini turut menjadi pertimbangan dalam penyusunan RAPBN 2023.  Lebih lanjut Sri Mulyani mengatakan,"Pembangunan infrastruktur khususnya IKN dan Pemilu akan menjadi fokus RAPBN 2023".