Tak Cuma Rabies, Ini Deretan Penyakit Hewan yang Mengancam Manusia-Serius Ini Hewan?

18 June 2026 13:33

Jakarta: Interaksi manusia dengan hewan terjadi hampir setiap hari, mulai dari memelihara hewan peliharaan, mengonsumsi produk hewani, hingga beraktivitas di lingkungan yang berdekatan dengan satwa liar.

Namun, di balik kedekatan tersebut, terdapat risiko kesehatan yang kerap luput dari perhatian. Beberapa penyakit ternyata dapat berpindah dari hewan ke manusia dan menimbulkan dampak yang serius. Kondisi inilah yang dikenal sebagai zoonosis, yakni penyakit yang penularannya melibatkan hewan dan manusia.
 



Menurut World Health Organization (WHO), zoonosis adalah infeksi yang secara alami dapat berpindah dari hewan vertebrata ke manusia. WHO mencatat terdapat lebih dari 200 jenis zoonosis yang telah teridentifikasi. Bahkan, sekitar 61 persen penyakit pada manusia berasal dari hewan, sementara 75 persen penyakit baru yang muncul dalam beberapa dekade terakhir juga termasuk dalam kategori zoonosis.

Meski terdengar mengkhawatirkan, sebagian besar zoonosis sebenarnya dapat dicegah melalui langkah sederhana, seperti vaksinasi hewan dan pengendalian sumber penularan.

Jenis Penyakit Zoonosis yang Perlu Diwaspadai

1. Rabies

Rabies merupakan penyakit akibat virus yang menyerang sistem saraf dan hampir selalu berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat. Penularannya terjadi melalui air liur hewan yang terinfeksi, biasanya lewat gigitan, cakaran, atau jilatan pada luka terbuka.

Melansir Health.State, hewan yang paling sering menjadi sumber penularan antara lain anjing, monyet, kucing, serta hewan liar seperti rubah dan rakun. Bahkan, seluruh mamalia berpotensi membawa virus rabies, termasuk hewan ternak seperti sapi, kambing, dan kuda.

Rabies termasuk penyakit yang dapat dicegah hingga 100 persen melalui vaksinasi, baik pada hewan maupun manusia.

2. Virus dari Kelelawar

Kelelawar dikenal sebagai reservoir alami berbagai virus berbahaya. Hewan ini menjadi inang bagi sejumlah virus, seperti Nipah, Ebola, Marburg, rabies, hingga beberapa jenis virus corona seperti SARS dan MERS.

Penularan umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh kelelawar, seperti air liur, urine, atau darah. Dalam beberapa kasus, virus dapat menyebar terlebih dahulu ke hewan perantara sebelum akhirnya menginfeksi manusia.

3. Flu Burung (Avian Influenza)

Melansir Universitas Airlangga, flu burung merupakan infeksi virus yang umumnya menyerang unggas, tetapi dapat bermutasi dan menular ke manusia.

Penularan biasanya terjadi melalui kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi, baik dalam kondisi hidup maupun mati. Lingkungan seperti pasar unggas hidup dan peternakan juga menjadi lokasi dengan risiko penularan yang lebih tinggi.

Kelompok yang paling rentan terpapar penyakit ini adalah pekerja peternakan serta individu yang sering berinteraksi dengan unggas.

4. Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira yang hidup di air atau tanah yang telah terkontaminasi.

Melansir Universitas Airlangga, penyakit ini dapat ditularkan melalui urine hewan, terutama tikus, yang mencemari lingkungan, termasuk genangan air dan banjir. Selain tikus, hewan seperti anjing, sapi, dan babi juga dapat menjadi pembawa bakteri tersebut.

Jika tidak ditangani dengan baik, leptospirosis dapat menyebabkan kerusakan ginjal, gangguan hati, meningitis, hingga kematian.
   

Cara Mencegah Zoonosis

Pencegahan zoonosis pada dasarnya dimulai dari pengendalian sumber penularan pada hewan. Jika hewan tidak terinfeksi, maka risiko penularan kepada manusia juga dapat ditekan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
  • Melakukan vaksinasi pada hewan, terutama untuk penyakit seperti rabies.
  • Menjaga kebersihan lingkungan, terutama di area yang rawan banjir atau dekat dengan hewan.
  • Menghindari kontak langsung dengan hewan liar maupun hewan yang sedang sakit.
  • Menggunakan alat pelindung diri saat bekerja di lingkungan peternakan atau area berisiko tinggi.
Zoonosis menjadi pengingat bahwa kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan saling berkaitan. Nah, dengan memahami cara penularan dan langkah pencegahannya, risiko berbagai penyakit yang berasal dari hewan dapat diminimalkan sehingga kesehatan diri dan keluarga tetap terjaga.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Jessica Nur Faddilah)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)