Pemerintah mengkaji ulang sasaran penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden Prabowo Subianto meminta agar anak yang berasal dari desil 8 sampai 10 tak lagi mendapatkan MBG.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengatakan, salah satu opsi yang dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden adalah tidak lagi memberikan manfaat program MBG kepada siswa yang berasal dari keluarga yang dianggap mampu atau pada kelompok ekonomi desil 8 hingga 10.
Meski demikian, Agustina menegaskan belum ada keputusan final. Presiden Prabowo meminta pimpinan BGN, para menteri terkait untuk mengkaji secara menyeluruh berbagai dampak kebijakan, termasuk kondisi sekolah yang memiliki
siswa dari berbagai tingkat kesejahteraan.
Presiden memberikan waktu satu bulan untuk menyelesaikan kajian sebelum hasilnya dilaporkan kembali kepada Presiden.
“Pak Presiden meminta kami mengkaji lagi yang seperti itu. Kami diberi waktu kurang lebih 1 bulan, silakan dikaji lagi. Kemudian misalnya ada usulan bagaimana kalau level ini tidak diberikan lagi. Diskusi tadi nih, kan namanya rapat ada diskusi, ada usulan, ada setuju, ada tidak setuju. Kembali lagi, Pak Presiden intinya adalah silakan dikaji lagi. Pak Presiden tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan.” kata Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari, dikutip dari tayangan
Headline News Metro TV, Kamis, 16 Juli 2026.