Tembus Bara Api di Balik Gunungan Sampah, TPA Jatiwaringin Mulai Diinjeksi Air

4 July 2026 12:52

Pemerintah menerapkan strategi baru berupa injeksi air ke dasar tumpukan sampah untuk mempercepat pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten. Metode ini dipilih karena bara api masih terus menyala di bawah timbunan sampah meski kobaran api di permukaan mulai berkurang.

Strategi tersebut diterapkan setelah Kementerian Lingkungan Hidup berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) yang mengerahkan personel Manggala Agni untuk membantu proses pemadaman. Tim ini membawa metode penanganan yang dinilai lebih efektif dalam menghadapi karakteristik kebakaran di TPA.

Melalui metode injeksi air, petugas memasang saluran pipa khusus yang ditanam hingga ke bagian bawah tumpukan sampah. Air kemudian disemprotkan langsung ke sumber bara api yang selama ini sulit dijangkau menggunakan penyemprotan dari permukaan.

"Saluran pipa ini cukup panjang dan akan diinjek atau disuntikkan ke sejumlah titik. Air akan disemprotkan ke dasar tumpukan sampah agar bara api bisa dipadamkan secara lebih masif,"  ujar Jurnalis Metro TV, Randi Al Faras dalam tayangan Breaking News Metro TV, Sabtu 4 Juli 2026. 

Langkah tersebut diambil karena tantangan utama pemadaman berada di lapisan bawah sampah akibat kandungan gas metana.

"Kalau kita lihat dari visual nampaknya api sudah padam, tetapi sebenarnya tidak demikian. Titik api masih berupa bara yang berada di bawah tumpukan sampah dan itulah yang menjadi tantangan utama," kata Randi.

Strategi injeksi air dipadukan dengan operasi pemadaman melalui jalur darat dan udara. Di darat, ratusan personel mengoperasikan mobil pemadam kebakaran dan ekskavator untuk mengurai tumpukan sampah sehingga pipa injeksi dapat menjangkau sumber api.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengerahkan dua helikopter water bombing yang menyiram area puncak TPA menggunakan 4.000 liter air setiap kali penerbangan. Penyiraman dari udara difokuskan pada titik-titik yang sulit dijangkau petugas di darat.

Kombinasi berbagai metode pemadaman terus dilakukan untuk mempercepat pengendalian api.

"Petugas terus berupaya mengendalikan api, baik menggunakan mobil pemadam kebakaran, ekskavator, maupun dua helikopter water bombing yang menjangkau area puncak TPA," kata Randi.

Meski demikian, proses pemadaman masih menghadapi kendala berupa cuaca panas dan angin kencang yang membuat bara api lebih mudah menyala kembali dan menjalar ke area lain. Hingga kini, BNPB mencatat sekitar 30 persen titik api telah berhasil dikendalikan. 

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X