Pilu dan Amarah di Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

7 July 2026 22:17

Rangkaian prosesi penghormatan dan pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang digelar pada Senin, 6 Juli 2026 waktu setempat, diwarnai dengan isak tangis sekaligus amarah dari jutaan rakyat Iran. Momen duka nasional ini sekaligus menjadi momentum penegasan sikap perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Zionis Israel.

Dikutip dari Top News, Metro TV, Selasa 7 Juli 2026, lautan manusia terpantau memadati ibu kota Teheran dengan membawa bendera negara. Mereka mengiringi truk yang membawa jenazah Ali Khamenei beserta empat anggota keluarganya yang turut gugur akibat serangan Israel dan AS pada 28 Februari 2026 lalu.

Keempat jenazah anggota keluarga tersebut adalah Bushra Khamenei, Misbah al-Hoda Bagheri, Zahra Hadad-Adel, dan sang cucu perempuan, Zahra Mohammadi Golpayegani.

Tiga Tahap Salat Jenazah di Grand Mosalla

Rangkaian upacara pelepasan tingkat negara ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, terhitung sejak 3 hingga 9 Juli 2026. Di Teheran, prosesi persemayaman dan salat jenazah dipusatkan di kompleks keagamaan Grand Mosalla, yang turut dihadiri oleh Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Ahmad Vahidi.

Prosesi sholat jenazah dilakukan dalam tiga tahap secara berurutan. Tahap pertama dikhususkan untuk penghormatan jenazah Ali Khamenei. Tahap kedua ditujukan untuk Bushra Khamenei, Misbah al-Hoda Bagheri, dan Zahra Hadad-Adel. Sementara tahap ketiga diperuntukkan bagi jenazah cucu beliau, Zahra Mohammadi Golpayegani.

Tuntutan Perang

Kepergian sang pemimpin menyisakan duka mendalam dan memicu eskalasi kemarahan publik. Rakyat Iran secara terbuka menuntut pemerintah untuk segera melakukan serangan balasan yang setimpal.

"Kita tidak bisa berbicara dengan mereka (Israel dan AS). Kita sudah beberapa kali bernegosiasi, namun pada akhirnya mereka justru membunuh pemimpin kami. Satu-satunya dialog yang bisa kita lakukan dengan mereka adalah melalui perang," kecam Sumaya, salah seorang warga yang ikut dalam prosesi.

Usai disalatkan, iring-iringan jenazah bergerak menyusuri rute panjang dari Jalan Damavand di Teheran Timur, melewati Alun-alun Imam Hossein, Alun-alun Revolusi, hingga Alun-alun Azadi di Teheran Barat, dan berakhir di Jalan Tol Syahid Lashkari.

Kontributor Metro TV di Teheran, Agiel Laksamana Putra, melaporkan langsung dari Azadi Tower bahwa masyarakat masih terus bertahan di jalanan hingga menjelang malam untuk membacakan syair duka dan orasi. Selanjutnya, seluruh jenazah diberangkatkan menuju Kota Qom untuk prosesi penghormatan dan pemakaman lebih lanjut.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X