Konflik AS-Venezuela, Presiden Maduro Ditangkap

6 January 2026 08:23

Jakarta: Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Nicolás Maduro beserta istrinya. Langkah ini menjadi puncak konflik panjang Washington–Caracas, memicu sorak-sorai di beberapa kantor AS sekaligus kecaman domestik dan internasional. 

Pada 3 Januari, Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, serta membawa mereka ke New York.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam narko-terorisme dan dianggap menimbulkan ancaman, termasuk terhadap Amerika Serikat.

Sebagai tanggapan atas operasi AS tersebut, Caracas meminta diadakannya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.

Mahkamah Agung Venezuela kemudian menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai kepala negara sementara.

Serukan pembebasan Maduro


Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan solidaritasnya dengan rakyat Venezuela serta menyerukan pembebasan Maduro dan istrinya, sekaligus menuntut pencegahan eskalasi lebih lanjut.

Senada, Tiongkok juga menyerukan pembebasan segera pasangan Maduro, dengan menegaskan bahwa tindakan Amerika Serikat melanggar hukum internasional.

Sumber: Redaksi Metro TV/Pernyataan Menhan Venezuela Vladimir Padrino Lopez

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)