25 February 2026 03:51
Allah SWT menyeru umat Islam untuk menunaikan ibadah puasa melalui Surat Al-Baqarah ayat 183. Syariat yang telah ada sejak zaman nabi-nabi terdahulu ini memiliki satu tujuan utama: mengantarkan hamba-Nya meraih derajat takwa.
Namun, puasa sejati bukanlah sekadar menahan dahaga dan lapar dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Rasulullah SAW menegaskan bahwa puasa adalah tameng atau perisai (ash-shiyamu junnah).
Dengan perisai tersebut, seorang mukmin dilarang keras untuk bertutur kata kotor, menghasut, atau bertindak bodoh. Bahkan, jika ada orang yang memancing amarah atau mencela, Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk meredamnya cukup dengan satu ucapan: "Sesungguhnya aku sedang berpuasa."
Oleh karena itu, momentum Ramadan harus menjadi ajang untuk melatih pengendalian diri. Jaga telinga, mata, hati, dan yang paling utama: jaga lisan kita. Banyak kehancuran berawal dari kata-kata yang tidak terjaga.
Semoga puasa kita tahun ini tidak hanya sebatas puasa awam, melainkan naik ke derajat puasa Khawas bahkan Khawasul Khawas (sangat istimewa) yang diterima oleh Allah SWT.