Ustaz Das’ad Latif mengingatkan umat Muslim agar tidak menjadikan ibadah puasa Ramadan sebagai alasan untuk menurunnya produktivitas atau bermalas-malasan.
Dalam tausiahnya, Ustaz Das’ad menekankan pentingnya mengubah 'lelah menjadi lillah'. Menurutnya, Ramadan seharusnya menjadi momentum di mana kualitas dan kuantitas ibadah meningkat, meski secara fisik tubuh akan terasa lelah karena aktivitas yang padat dan waktu istirahat yang berkurang.
"Jangan menjadikan Ramadan alasan untuk tidak produktif. Justru orang yang berpuasa sambil bekerja pahalanya besar, capeknya dinilai pahala," ujar Ustaz Das’ad.
Meski bekerja saat puasa bernilai ibadah, Ustaz Das’ad memperingatkan adanya hal-hal yang dapat menghapus pahala tersebut sehingga lelah yang dirasakan menjadi sia-sia. Ada tiga poin utama yang ditekankan:
- Meninggalkan Salat: Ustaz Das’ad mengibaratkan orang yang berpuasa dan bekerja keras tetapi tidak salat seperti memiliki ponsel canggih namun tidak memiliki sinyal. "Tidak ada fungsinya," tegasnya.
- Gemar Bergosip (Gibah): Mengutip ilustrasi Nabi, beliau menjelaskan bahwa bergosip saat puasa ibarat mengiris-iris buah hingga habis, yang tersisa hanyalah lapar dan dahaga.
- Hilangnya Rasa Malu: Beliau mengingatkan agar umat Muslim, khususnya perempuan, tetap menjaga kehormatan dan pakaian yang sopan (menutup aurat) demi menjaga kesempurnaan takwa.
Sebagai penutup, beliau mengajak jemaah untuk terus berdoa agar segala lelah dalam bekerja dan beribadah di bulan suci ini diterima oleh Allah SWT dan mampu memperbaiki akhlak serta kehidupan di dunia.