Trump Masih Ngotot Rebut Greenland, Eropa Bereaksi Keras!- World in Minute

Willy Haryono • 19 January 2026 14:42

Jakarta: Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu ketegangan geopolitik internasional setelah menegaskan keinginannya untuk menguasai Greenland. Hingga kini, Trump tetap bersikukuh bahwa langkah tersebut diperlukan demi menjaga kepentingan dan keamanan nasional Amerika Serikat.

Trump menilai Greenland memiliki posisi strategis yang sangat penting. Menurutnya, jika Amerika Serikat tidak segera mengambil alih wilayah tersebut, maka negara-negara pesaing seperti Rusia atau Tiongkok berpotensi memperluas pengaruh mereka di kawasan Arktik. Klaim ini kembali disuarakan Trump dalam beberapa pernyataan publik terbarunya.

Pada awalnya, penolakan keras hanya datang dari Denmark dan pemerintah Greenland. Denmark menegaskan bahwa Greenland bukanlah aset yang bisa diperjualbelikan, sementara otoritas Greenland menyatakan hak penuh atas kedaulatan wilayah mereka. Namun, situasi berkembang lebih luas setelah Trump melontarkan ancaman kebijakan ekonomi terhadap Eropa.
 

Trump diketahui mengancam akan memberlakukan tarif impor sebesar 10 persen terhadap delapan negara Eropa. Tarif tersebut bahkan direncanakan naik hingga 25 persen mulai 1 Juni mendatang apabila tidak ditemukan “jalan tengah” terkait isu Greenland. Ancaman ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai pemimpin Eropa.

Uni Eropa menilai ancaman tarif tersebut berpotensi merusak hubungan transatlantik yang selama ini menjadi fondasi kerja sama ekonomi dan keamanan antara Amerika Serikat dan Eropa. Di Belanda, Menteri Luar Negeri David van Weel secara terbuka menyebut langkah Trump sebagai bentuk pemerasan politik. Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, yang menegaskan bahwa Eropa tidak bisa dipaksa atau ditekan terkait kedaulatan Greenland.

Frederiksen bahkan sebelumnya telah memperingatkan bahwa upaya sepihak Amerika Serikat untuk merebut Greenland dapat mengancam keutuhan aliansi NATO. Denmark sendiri merupakan anggota NATO, dan prinsip utama aliansi tersebut adalah bahwa serangan terhadap satu negara anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota.

Di dalam negeri Amerika Serikat, rencana Trump juga menuai penolakan. Sejumlah politisi dari Partai Demokrat maupun Republik menyuarakan kekhawatiran bahwa pendekatan agresif terhadap Greenland justru berisiko mengisolasi Amerika Serikat di panggung internasional.

Ketua DPR Amerika Serikat, Mike Johnson, menegaskan bahwa jalur diplomasi dan negosiasi merupakan cara paling efektif untuk menyelesaikan isu Greenland. Ia menilai tekanan politik maupun ancaman tarif tidak akan menghasilkan solusi jangka panjang yang stabil.

Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin tidak menentu, berbagai pihak kembali mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap hukum dan aturan internasional. Banyak pengamat menilai bahwa jika negara-negara besar memilih jalan pemaksaan, dampaknya tidak hanya merugikan satu pihak, melainkan berpotensi mengguncang stabilitas global secara luas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)