28 April 2026 14:22
Bekasi: Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii menyatakan seluruh korban yang dievakuasi dalam kecelakaan tabrakan kereta antara Argo Anggrek dan KRL di Bekasi merupakan perempuan. Pernyataan ini disampaikan setelah operasi SAR dinyatakan selesai dalam waktu kurang dari 12 jam sejak kejadian.
"100 persen yang kita evakuasi perempuan. Jadi seluruh korban yang kita evakuasi baik itu secara langsung maupun dengan ekstrikasi, semuanya kita serahkan ke tim medis yang langsung dirujuk ke rumah sakit yang sudah ditentukan," kata Syafii dalam tayangan Breaking News Metro TV, Selasa 28 April 2026.
Menurut Syafii, proses evakuasi melibatkan Basarnas bersama TNI, Polri, dan berbagai unsur lainnya. Operasi dilakukan secara hati-hati, karena adanya korban yang terjepit di dalam gerbong dan membutuhkan penanganan khusus.
"Pada saat itu memang ada lima korban yang masih dalam kondisi terjepit dan harus kita laksanakan kegiatan retrikasi atau ekstrikasi sehingga korban itu bisa kita selamatkan dalam kondisi tidak sampai menimbulkan dampak yang lebih berat lagi," ujarnya.
Menurut penjelasannya, sebagian besar korban meninggal dunia disebabkan terjepit material rangkaian kereta yang ringsek parah akibat benturan. Seluruh korban, baik yang selamat maupun meninggal dunia, telah dievakuasi dan diserahkan kepada tim medis untuk penanganan lebih lanjut.
Dalam insiden tersebut, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, mengungkapkan total 14 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka. Para korban luka dirawat di delapan rumah sakit dan sebagian besar masih dalam penanganan.