Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menata ulang pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat tata kelola program agar lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Seperti apa langkah yang diambil oleh BGN?
Moratorium dapur baru MBG
Ada sejumlah moratorium baru dapur baru MBG. Dimana BGN saat ini menghentikan sementara penambahan dapur MBG yang baru. Kemudian memfokuskan pemerataan distribusi ke beberapa dapur-dapur yang sudah ada atau dapur
SPPG yang sudah eksis. Dan juga akan melakukan evaluasi kebutuhan di tiap-tiap wilayah.
Kondisi program MBG saat ini
Juga melakukan efisiensi penggunaan anggaran, serta melakukan pembenahan kualitas layanan dapur MBG. Sehingga dapur-dapur yang sudah ada akan lebih dimaksimalkan lagi kemudian akan dievaluasi. Selain itu saat ini lebih dari 27 ribu dapur MBG sudah beroperasional.
Langkah efisiensi BGN
Fokus dari pemerintah saat ini bergeser dari kuantitas ke kualitas. Kepala BGN yang baru akan melakukan evaluasi kemudian akan melakukan peningkatan kualitas ke depannya. Dalam langkah efisiensi ini juga BGN akan membatasi jumlah dapur MBG maksimal adalah 6 titik per kecamatan.
Kemudian dari pihak BGN juga akan mengurangi penumpukan dapur di wilayah tertentu dan juga memanfaatkan fasilitas yang sudah ada dan mendorong kolaborasi CSR dan juga lintas sektor. Serta melakukan penekanan pemborosan anggaran dan juga pembangunan dapur-dapur yang baru.
Seperti yang kita ketahui bahwa dari Nanik S Deyang saat ini juga sudah menutup pendaftaran dapur baru atau dapur SPPG baru bagi yang baru mendaftar.
Strategi MBG di wilayah 3T
Sementara itu untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan dan juga terluar atau 3T dari pihak pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi MBG di wilayah 3T di antaranya adalah memanfaatkan kantin sekolah, kemudian menggunakan dapur umum dan juga dapur komunitas dan juga menggandeng program CSR dan membuka peluang hibah bagi lembaga internasional dan mengurangi ketergantungan APBN.
Sejumlah moratorium baru tersebut tentu saja dilaksanakan untuk melakukan efisiensi agar lebih tepat sasaran dan tentu saja menjangkau wilayah 3T. Dan BGN Nani S. Deyang bersama dengan 2 wakil Kepala BGN lainnya yaitu Agustina Arumsari dan juga Mayjen Trenggono melakukan pertemuan dengan Chef Arnold Purnomo beberapa hari lalu.
Menurut sejumlah warga pertemuan tersebut diharapkan dapat memberikan masukan dan juga evaluasi positif bagi pelaksanaan program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah saat ini.
Sumber: Redaksi Metro TV