Jakarta: Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengakui proses investigasi penyebab kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 akan menghadapi tantangan besar setelah kapal tersebut diduga tenggelam di dasar laut. Kondisi tersebut membuat pemeriksaan fisik kapal sebagai barang bukti utama menjadi lebih kompleks.
Investigator Keselamatan Pelayaran KNKT, Aliek Nurwahyudy, mengatakan penemuan bangkai kapal menjadi salah satu kunci untuk mengungkap penyebab kebakaran. Tim investigasi harus mengumpulkan bukti sedetail mungkin, terutama terkait kondisi fisik kapal yang menjadi dasar analisis penyebab insiden.
Namun, upaya tersebut tidak mudah karena kapal diduga sudah tidak lagi berada di permukaan laut. Tim investigasi harus terlebih dahulu memastikan lokasi bangkai kapal sebelum dapat melakukan pemeriksaan bawah air.
Menurut Aliek, pemeriksaan bawah laut akan menjadi tantangan tersendiri mengingat lokasi kapal berada di perairan terbuka dengan kedalaman sekitar 50 meter. Selain kedalaman, arus laut yang kuat juga diperkirakan akan memperberat proses pencarian dan pemeriksaan bangkai kapal.
Meski demikian,
KNKT memastikan investigasi tetap dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada kondisi fisik kapal, tetapi juga mencakup berbagai aspek keselamatan pelayaran agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.
"Tentunya menjadi tantangan buat investigasi. Idealnya memang kita harus menemukan sampai sedetail mungkin evidence yang akan mendukung analisis kita, terutama kondisi kapalnya," kata Aliek.
Ia menjelaskan, apabila kapal benar-benar telah tenggelam, tim harus terlebih dahulu menentukan posisi bangkai kapal sebelum melakukan pemeriksaan bawah air.
"Ada kemungkinan kapal itu sudah tidak ada di permukaan lagi. Jadi ini akan menjadi tantangan berat bagi investigasi. Pertama, kita harus menentukan di mana dulu posisi kapalnya, kemudian bagaimana kita melakukan pemeriksaan bawah airnya," ujar Aliek.
Aliek menambahkan, investigasi di lokasi kejadian membutuhkan sumber daya yang lebih besar dibandingkan kasus serupa sebelumnya. Karena itu,
KNKT memerlukan dukungan dari berbagai pihak agar proses investigasi dapat berjalan optimal.
"Tentunya kita membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk membantu investigasi ini, tidak hanya dalam konteks pemeriksaan bangkai kapal, tetapi juga dalam lingkup investigasi yang lebih luas," katanya.