Sinaran Kalbu: Bahagia Tanpa Tepuk Tangan

5 March 2026 18:17

Atlet sejati tidak berlatih ketika stadion penuh dengan sorak-sorai, atau ketika kamera menyala. Justru ia berlatih saat tribun kosong, saat hanya ada keringat, lelah, dan keinginan untuk tidak menyerah. Karena yang bentuk juara bukan soraka penonton, melainkan disiplin diri yang dilatih dalam saat sepi. 

Banya perbuatan bernilai tinggi terjadi tanpa sorotan kamera. Banyak tindakan yang dampaknya besar justru dilakukan saat tidak ada yang melihat. Kita hidup di zaman di mana segala sesuatu ingin ditampilkan, difoto, direkam, dibagikan, seolah-olah nilai perbuatan itu yang menjadi utama dan ingin diperlihatkan kepada masyarakat. 

Jadi, puasa adalah untukku, dalam Hadis Qudsi ini kalimat Allah langsung. Artinya, ketika puasa seperti berlatih di stadion sepi, bukan sorak sorai dari manusia, bukan love, bukan like, tapi hanya untuk Allah. 

Saksikan #SinaranKalbuMetroTV bersama Ary Ginanjar Agustian dengan tema ‘Bahagia Tanpa Tepuk Tangan’.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)