Kecam Serangan ke Iran, Spanyol Tarik Permanen Dubesnya dari Israel

12 March 2026 23:23

Pemerintah Spanyol secara resmi menarik duta besarnya dari Tel Aviv, Israel, pada Selasa,  10 Maret 2026 waktu setempat. Langkah berani ini diambil hanya sepekan setelah Madrid melayangkan kecaman keras terhadap serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Zionis Israel ke wilayah Iran. Keputusan strategis tersebut telah dimuat dalam lembaran negara resmi, di mana posisi Kedutaan Besar Spanyol untuk sementara akan dipimpin oleh seorang kuasa usaha.

Penarikan diplomat tertinggi ini menjadi sinyal terkuat memburuknya hubungan diplomatik antara Madrid dan Tel Aviv sejak krisis di Gaza pada Oktober 2023. Spanyol tercatat sebagai salah satu dari sedikit negara Eropa yang konsisten mengecam tindakan Israel. Pada awal Maret 2026, Perdana Menteri Pedro Sanchez secara tegas menyebut serangan aliansi AS-Israel ke Iran sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Kemarahan Donald Trump dan Ancaman Perang Dagang

Sikap berseberangan Spanyol dengan mayoritas negara Eropa lainnya memicu kemarahan besar dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam sebuah pernyataan yang sangat tajam, Trump melontarkan ancaman serius untuk memutus hubungan perdagangan dengan Spanyol. Ia menilai posisi diplomatik Spanyol sangat mengecewakan dan tidak kooperatif terhadap kepentingan aliansi.

"Tidak, mereka tidak bekerja sama. Saya rasa mereka sama sekali tidak kooperatif. Spanyol? Saya rasa mereka sangat buruk. Sangat buruk. Sama sekali tidak baik, kita mungkin akan memutuskan hubungan perdagangan dengan Spanyol," tegas Donald Trump.

Selain mengancam sektor ekonomi, Trump juga menyinggung kontribusi pertahanan Spanyol yang dianggapnya tidak adil bagi anggota NATO lainnya. Trump menuding Spanyol selama ini hanya menumpang pada perlindungan keamanan tanpa memberikan kontribusi finansial yang sesuai.

"Saya tidak tahu apa yang dilakukan Spanyol. Mereka sangat buruk terhadap NATO. Mereka dilindungi, (tapi) mereka tidak mau membayar bagian yang seharusnya. Dan mereka sudah seperti itu selama bertahun-tahun," tambah Trump.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)