Tantangan berat dihadapi petugas gabungan dalam menyelamatkan nyawa warga di tengah kepungan bencana. Di dua lokasi berbeda, yakni Kabupaten Pandeglang, Banten, dan Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, proses evakuasi ibu hamil berlangsung dramatis akibat akses jalan yang lumpuh total.
Terjang Banjir dan Kegelapan di Pandeglang
Petugas
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang harus berjibaku dengan waktu dan
cuaca ekstrem untuk menyelamatkan seorang ibu hamil di Desa Bulagor, Kecamatan Pagelaran.
Mendapat laporan adanya warga yang hendak melahirkan, petugas segera menuju lokasi. Namun, lantaran akses jalan terendam
banjir, tim BPBD terpaksa menyusuri genangan air sejauh 3 kilometer. Perjuangan ini semakin berat karena dilakukan di tengah guyuran hujan dan kondisi lingkungan yang gelap gulita.
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih satu jam menembus banjir, sang ibu berhasil dievakuasi dengan selamat ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Evakuasi Udara di Aceh Tengah
Sementara itu seorang ibu hamil bernama Neli Suryani, warga Desa Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, harus dievakuasi menggunakan helikopter milik
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Langkah evakuasi udara ini diambil karena Desa Karang Ampar telah terisolasi selama dua bulan terakhir. Akses jembatan utama yang menuju desa tersebut putus total akibat terjangan banjir bandang beberapa waktu lalu.
Neli Suryani didiagnosa mengalami kondisi ketuban merembes dan nyeri pinggang yang hebat, sehingga membutuhkan penanganan darurat di rumah sakit. Dengan menggunakan helikopter, pasien langsung diterbangkan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru, Takengon, guna menyelamatkan ibu dan janin dalam kandungannya.