Jakarta: Dulu, kesuksesan di dunia kerja sering diukur dari seberapa tinggi jabatan yang berhasil diraih. Namun kini, pandangan tersebut mulai bergeser.
Banyak pekerja dari kalangan Milenial dan Gen Z memilih untuk tidak mengejar posisi manajerial atau jabatan tinggi, dan mulai mendefinisikan ulang makna kesuksesan dalam karier mereka.
Menurut data Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal (LSP-PM), fenomena ini dikenal sebagai conscious unbossing. Melansir National Geographic Indonesia, Gen Z menjalani kehidupan profesional dengan perspektif yang lebih realistis terhadap dunia kerja. Pandangan mengenai hierarki perusahaan, tanggung jawab struktural, dan kepemimpinan mengalami perubahan dibandingkan pola pikir generasi sebelumnya.
Survei
Robert Walters menunjukkan lebih dari setengah pekerja Gen Z tidak memiliki ambisi untuk mengejar posisi manajer tingkat menengah. Sebanyak 69 persen responden menilai posisi manajerial membawa tanggung jawab besar yang tidak selalu sebanding dengan imbalannya.
Meski demikian, 36 persen pekerja Gen Z masih terbuka terhadap peluang menjadi manajer, sementara 16 persen secara tegas menyatakan tidak tertarik mengejar posisi tersebut.
Prioritaskan Work-Life Balance Dibanding Promosi Jabatan
Lebih dari 70 persen Gen Z menjadikan
work-life balance sebagai prioritas utama dalam bekerja. Work-life balance merujuk pada keseimbangan antara kehidupan profesional dan kehidupan pribadi tanpa mengorbankan salah satunya.
Meski kerap dianggap sebagai bentuk kurangnya ambisi, survei Robert Walters menunjukkan bahwa Gen Z justru lebih fokus pada pengembangan keterampilan dan fleksibilitas dalam bekerja. Keseimbangan yang baik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi dinilai dapat meningkatkan produktivitas, menjaga kesehatan mental, serta mengurangi risiko burnout.
Pekerja yang memiliki waktu cukup untuk beristirahat dan memulihkan diri juga cenderung memiliki tingkat fokus dan efektivitas kerja yang lebih baik.
Cara Gen Z dan Milenial Mendefinisikan Ulang Kesuksesan Karier
Salah satu anggapan yang sering melekat pada Gen Z dan Milenial adalah bahwa fenomena conscious unbossing mencerminkan kemalasan atau kurangnya etos kerja. Namun, pandangan tersebut tidak sepenuhnya tepat.
Bagi banyak pekerja muda, kesuksesan tidak lagi semata-mata diukur dari jabatan atau posisi dalam struktur organisasi. Mereka lebih mengutamakan lingkungan kerja yang sehat, inklusif, fleksibel, dan dapat dipercaya.
Pergeseran cara pandang ini bukan berarti minim ambisi. Sebaliknya, hal tersebut mencerminkan upaya membangun pola kerja yang lebih seimbang, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini.
Nah, fenomena
conscious unbossing menunjukkan bahwa
dunia kerja terus mengalami perubahan seiring bergantinya generasi. Bagi Milenial dan Gen Z, kesuksesan tidak selalu berarti menduduki posisi tertinggi, melainkan menemukan keseimbangan antara karier, pengembangan diri, dan kualitas hidup yang lebih baik.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Odetta Aisha Amrullah)