19 September 2026 16:56
Bencana alam kerap datang tanpa diduga. Gempa, banjir, kebakaran, hingga tsunami menjadi peristiwa yang mengingatkan manusia bahwa kehidupan tidak sepenuhnya berada dalam kendali.
Ustaz Dennis Lim mengatakan manusia kerap spontan mengingat Allah ketika menghadapi bencana, tetapi kembali melupakan-Nya setelah keadaan membaik.
“Kalau gempa pasti kan semuanya langsung manggil nama Allah. Itu mah semua dari yang salat sampai yang nggak salat begitu goyang, ‘Allahuakbar, La ilaha illallah’, semua sepakat,” ujar Dennis dalam tayangan Khazanah Islam Metro TV, Sabtu 19 September 2026.
Menurutnya, manusia tidak harus menunggu bencana untuk kembali mengingat Allah. Berbagai persoalan hidup juga dapat menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
“Maka yuk, apakah kita mesti digonjang terus-menerus baru ingat sama Allah? Kadang nggak pakai gempa juga bisa kok, dengan tahu-tahu kita punya masalah,” katanya.
Pesan tersebut turut dirasakan Virdian Aurellio yang pernah turun langsung ke lokasi bencana di Aceh. Ia mengaku menemukan pelajaran tentang kemanusiaan dari para korban yang tetap mau berbagi meski berada dalam keterbatasan.
“Saya kaget ketika mereka jadi, habis saya bagi-bagi donasi, bapak ibu di sana sempat-sempatnya bilang, ‘Bang Virdian ayo makan dulu bareng’,” ujar Virdian.
Ia menilai pengalaman tersebut menjadi pengingat untuk lebih bersyukur dan peduli terhadap sesama.
“Di situlah saya merasa betul-betul menjadi manusia,” tuturnya.
Virdian juga mengingatkan bahwa masyarakat memiliki tanggung jawab menjaga lingkungan. Menurutnya, bencana tidak selalu bisa dilepaskan dari perilaku manusia terhadap alam.
“Rasa-rasanya kita harus sadar bahwa kita punya tanggung jawab sebagai warga,” katanya.
Pada akhirnya, bencana menjadi pengingat untuk tidak menunggu keadaan buruk sebelum memperbaiki diri. Alam yang berubah dapat menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, bersyukur, dan mengambil peran membantu sesama.
Simak pembahasan selengkapnya dalam program Khazanah Islam Metro TV.