25 August 2026 19:25
Pekanbaru: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, hingga membuat kualitas udara masuk kategori berbahaya. Kondisi tersebut terjadi pada Selasa pagi dan menjadi yang terburuk dalam sepekan terakhir.
Dikutip dari tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Selasa 25 Agustus 2026, berdasarkan pemantauan BMKG Pekanbaru, konsentrasi partikulat PM2.5 mencapai 339,9 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut menunjukkan kualitas udara memburuk dari sebelumnya berada pada level tidak sehat menjadi berbahaya.
Kabut asap tidak hanya menyelimuti kawasan tertentu, tetapi meluas ke pusat pemerintahan, permukiman warga, pusat perdagangan, hingga sejumlah jalan protokol di Kota Pekanbaru.
Kondisi ini juga berdampak pada kesehatan warga. Sejumlah masyarakat mengaku mengalami sesak napas, terutama pada pagi hari. Paparan kabut asap juga berisiko menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia, iritasi mata, serta batuk dan pilek.
Di tengah kondisi tersebut, alat pencatat kualitas udara di Jalan Sudirman Pekanbaru dilaporkan tidak berfungsi. Kondisi ini membuat sebagian warga kesulitan mengetahui tingkat kualitas udara secara langsung.
Kabut asap juga menutupi kawasan Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Jarak pandang yang terbatas dikhawatirkan mengganggu aktivitas penerbangan, terutama proses keberangkatan dan pendaratan pesawat.