2 November 2020 10:06
Webinar yang membahas hubungan Indonesia-Tiongkok menghadirkan tiga pembicara, yakni Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing Yaya Sutarya, Assistant Professor at Center for China's Relations with Neighbouring Countries Fudan University Xue Song, dan Staf Pengajar Departemen Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia Ardhitya E. Yeremia.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing Yaya Sutarya mengatakan bahwa mengelola sebuah bangsa tidaklah mudah. Kondisi bangsa diibaratkan sebagai pohon yang memiliki batang, dahan dan akar pohon. Berbagai masalah politik, ekonomi dan lainnya bagaikan dahan pohon yang harus ditunjang oleh akar yang kuat, yaitu jati diri atau karakter bangsa. Yaya menambahkan, saat pandemi covid-19 melanda dunia, Tiongkok berhasil menyelamatkan ekonomi mereka dengan memanfaatkan digitalisasi ekonomi, dan saat ini digitalisasi ekonomi juga mulai berkembang di Indonesia.