Mengurai Benang Kusut Proyek Satelit Kemenhan

17 January 2022 18:55

Dugaan korupsi pengadaan satelit Kemenhan untuk slot orbit 123 Bujur Timur mulai bergulir sejak 2015. Pejabat Kemenhan saat itu meneken kontrak sewa dengan perusahaan penyedia satelit asal Inggris, Avanti Communication untuk mengisi slot yang ditinggalkan satelit Garuda-1. Padahal anggarannya belum dicatat dalam APBN.

Karena tidak ada dana, pada 2018 Indonesia dilaporkan oleh Avanti ke arbitrase internasional. Indonesia disebut menunggak sewa satelit senilai USD20 juta atau setara Rp300 miliar. 

Selain Avanti, Kemenhan juga mengadakan kontrak dengan beberapa perusahaan, yakni Navayo, Airbus, Detente, Hogan Lovell, dan Telesat. 

(Anggie Meidyana)


Close Ads X
Close Ads X