10 October 2022 22:23
Ruang digital telah menjadi arena demokrasi. Pemilu di belahan dunia menggunakan ruang digital untuk melancarkan kampanyenya. Namun, masih banyak konten negatif yang memenuhi ruang digital yang dapat memicu polarisasi di tengah masyarakat, seperti banyaknya disinformasi, misinformasi, malinformasi, berita-berita yang tidak benar beredar di ruang digital.
Menkominfo RI Johnny G. Plate mengatakan Kominfo selalu membuat label hoaks berupa stempel di informasi-informasi yang salah, baik terkait dengan informasi sosial maupun politik.
Kominfo mempunyai program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yaitu melakukan pelatihan berupa kecakapan digital, budaya digital, keamanan digital, yang diharapkan pelatihan ini berdampak multiplayer efek berganda bisa muncul di masyarakat khususnya hal-hal yang terkait dengan sosial politik, sehingga masyarakat menjadi lebih cerdas.
"Indonesia terkenal dengan bangsa yang santun, pilihlah diksi dan bahasa yang memungkinkan rasa nyaman bagi masyarakat, kita ingin pemilu sebagai pesta demokrasi. Jangan pesta itu diisi keributan, pertentangan, kekacauan termasuk dalam ruang publik" ujar Johnny.