15 December 2022 08:55
Upaya pemberantasan korupsi masih bolong di sana sini. Banyak celah kelemahan institusi yang semestinya berperan mencegah ataupun dalam penindakan pelaku korupsi. Tidak mengherankan bila pejabat korup terbilang masih nyaman mencuri uang rakyat. Dengan memanfaatkan berbagai kelemahan tersebut, kecil kemungkinan mereka tertangkap.
Keluhan mengenai kelemahan itu pun dilontarkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata. Ia menyentil Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan inspektorat. Hasil audit yang dilakukan oleh BPK disebutnya belum mampu mengungkap banyak pelaku korupsi. Demikian pula inspektorat yang semestinya menjadi garda terdepan pengawasan pengelolaan instansi.
Keluhan pimpinan KPK tersebut menguatkan tanda tanya publik tentang kinerja BPK. Sekian banyak instansi ataupun daerah yang laporan keuangannya dinilai baik oleh BPK, ternyata kemudian pejabatnya tepergok korupsi di bidang pengadaan barang dan jasa. Apa betul indikasi penyelewengannya tidak terdeteksi dalam audit?