Jakarta: Belakangan ini, rentetan bencana alam kerap melanda berbagai daerah di Tanah Air. Sayangnya, fenomena duka ini terkadang masih diiringi dengan minimnya tingkat kepedulian sebagian masyarakat terhadap sesama.
Padahal, kearifan lokal Nusantara telah lama mengajarkan kita tentang pentingnya bahu-membahu saat musibah terjadi. Salah satu pesan mendalam tersebut terekam indah dalam pepatah kuno Suku Bugis dari Sulawesi Selatan.
Falsafah hidup tersebut berbunyi, "Padaidi Padaelo, Sipatuo Sipatokkong". Secara harfiah, ungkapan ini memiliki arti seiya sekata, saling menghidupi atau membantu, dan saling memajukan.
Makna luhur dari pepatah ini sangat relevan untuk diterapkan di tengah situasi kebencanaan. Apabila ada saudara kita yang tertimpa musibah, sudah sepatutnya kita saling merangkul, menolong, dan menyelamatkan. Dengan semangat gotong royong tersebut, segala bentuk beban berat akibat bencana alam akan terasa lebih ringan karena dihadapi secara bersama-sama.
Lebih dari sekadar rangkaian kata, pepatah Bugis ini menjadi pengingat yang kuat akan pentingnya merawat nilai persatuan, solidaritas, dan kerja sama antarmanusia. Ketiga hal tersebut merupakan kunci utama bagi kita untuk bisa bangkit dari keterpurukan dan meraih keberhasilan hidup bersama.
(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)