Florida: Organisasi bantuan bencana internasional atau Global Empowerment Mission (GEM) telah memobilisasi bantuan untuk korban gempa di Venezuela.
Sejumlah relawan GEM terus melakukan pemilihan barang yang akan dikirim ke sejumlah wilayah di Venezuela. Kegiatan ini didukung dan dilakukan di gudang organisasi nirlaba tersebut di Doral, Florida.
Menurut salah seorang relawan yang juga pendiri GEM, Shanti Comasero, rakyat Venezuela sudah berada dalam kesulitan ekonomi sejak sebelum terjadinya gempa.
Menurut Shanti, seperti dikutip dari program Metro Pagi Primetime Metro TV, Jumat, 26 Juni 2026, organisasinya itu masih membutuhkan sejumlah perlengkapan dasar seperti makanan cepat saji, kebutuhan rumah tangga, serta obat-obatan.
Saat ini, GEM telah mengirim relawan ke Caracas untuk membantu penyelamatan korban yang masih terperangkap di reruntuhan gedung. Beberapa perlengkapan yang telah dikirim ke gudang GEM, di antaranya popok bayi, tisu toilet, tisu dapur, air minum kemasan, dan barang-barang tahan lama lainnya.
Dalam pengiriman bantuan ini mereka juga bermitra dengan organisasi, seperti WELA Foundation yang telah membangun koneksi di Venezuela. Shanti menambahkan, meskipun pasokan barang penting, namun sumbangan tunai adalah yang paling dibutuhkan saat ini.
Gempa bumi besar berkekuatan 7,1 magnitudo melanda Venezuela tengah pada Rabu 24 Juni 2026 waktu setempat, menurut Survei Geologi Amerika Serikat.
Warga mengatakan bahwa gempa terasa sangat kuat, mengguncang bangunan dan memutus aliran listrik di beberapa bagian negara, termasuk ibu kota,
Caracas.
Gempa bumi tersebut berpusat di dekat Montalbán, sebuah kota berpenduduk sekitar 25.000 jiwa di negara bagian pesisir Carabobo. Gempa terjadi pada pukul 18.04 waktu Venezuela.
Meskipun gempa terjadi di daratan, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik
AS mengatakan gelombang tsunami mungkin terjadi di sepanjang pantai Venezuela, Bonaire, Curaçao, dan Aruba.
Pihak berwenang Venezuela tidak segera menanggapi permintaan komentar. Para pejabat di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Caracas juga tidak segera menanggapi.