Surabaya: Dua penumpang KMP Virgo Transport 8 diketahui tidak tercatat dalam daftar manifest penumpang. Kondisi tersebut membuat keluarga mempertanyakan keberadaan keduanya setelah kapal mengalami insiden.
Salah satu penumpang yang tidak tercatat dalam manifest adalah Agus Ribut Setio Budi. Istrinya, Anita Margi Utami, mengatakan Agus berangkat menggunakan KMP Virgo Transport 8 pada Sabtu, 12 September 2026. Anita mengaku masih memegang tiket perjalanan suaminya. Ia juga telah menghubungi pihak operator dan mendapat konfirmasi bahwa Agus memang memiliki tiket.
“Suami saya sendiri. Agus Ribut Setio Budi,” ujar Anita saat ditanya mengenai identitas penumpang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Anita mengatakan komunikasi terakhir dengan Agus terjadi pada Sabtu sekitar pukul 13.00 WIB, sebelum suaminya berangkat. Namun, saat memeriksa data manifest, nama Agus tidak tercantum.
“Iya, nggak ada. Tiket ada. Saya sudah menghubungi pihak Virgo juga memang betul ada,” katanya.
Sejak Senin, Anita terus mendatangi posko untuk mendapatkan informasi mengenai keberadaan suaminya. Ia berharap Agus dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
“Ya bisa ditemukan selamat, ya,” ucap Anita.
Sebelum berangkat, Agus juga sempat meminta izin kepada Anita untuk melakukan perjalanan. Menurut Anita, suaminya memang sering bepergian ke luar pulau dan kali ini sempat mengatakan perjalanan akan berlangsung lebih lama.
“Cuma terakhir bilang itu, 'Mah, saya pulangnya agak lama lho ya',” tutur Anita.
Sementara itu, Kepala KSOP Utama Tanjung Perak Surabaya Agustinus Maun mengatakan pemeriksaan penumpang di terminal dilakukan sebelum penumpang diperbolehkan naik ke kapal. Pemeriksaan mencakup tiket dan identitas penumpang.
“Kami mulai melakukan namanya sterilisasi di pelabuhan. Jadi sebelum masuk ke kapal itu kami sudah cek semua. Yang punya tiket, yang punya identitas yang boleh naik ke atas kapal,” kata Agustinus.
Menurutnya, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan penumpang yang naik ke kapal merupakan pemegang tiket dan memiliki identitas yang sesuai. KSOP juga terus berkoordinasi terkait kondisi pelayaran.
Agustinus mengatakan, berdasarkan informasi prakiraan cuaca yang diterima pada hari keberangkatan, tidak terdapat kondisi yang dinilai menghambat pelayaran. Ketinggian gelombang di Laut Jawa saat itu disebut paling tinggi mencapai dua meter.
“Informasi prakiraan cuaca pada tanggal itu, itu nggak ada masalah. Informasinya gelombang, ketinggian gelombang pada daerah itu, Laut Jawa itu paling tinggi 2 meter,” ujarnya.
Ia menambahkan, kapal dengan bobot tonase 8.540 masih dinilai mampu melewati kondisi tersebut. Pihaknya juga tetap berkoordinasi dengan BMKG untuk memperoleh pembaruan informasi cuaca.
“Hari itu kalau ada peringatan ini, pasti kita tidak akan mengizinkan kapal itu untuk berlayar,” kata Agustinus.
Selain Agus Ribut Setio Budi, satu penumpang lainnya bernama Imam Suparno asal Surabaya juga tidak tercatat dalam daftar manifest. Hingga kini, keluarga keduanya masih menunggu kepastian mengenai keberadaan anggota keluarga mereka.