13 August 2026 15:47
CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyoroti potensi pasar otomotif Indonesia yang sangat besar, namun belum tergarap optimal di sektor elektrik. Dari 140 juta unit motor yang ada, serapan motor listrik baru mencapai satu persen atau sekitar 60-70 ribu unit per tahun. Padahal total pembelian motor baru mencapai tujuh juta unit setiap tahunnya.
Untuk memacu adopsi massal, Danantara melalui institusi finansial di bawahnya tengah menyiapkan skema pendanaan khusus. Salah satu gebrakan utama adalah rencana penghapusan uang muka (DP) 10 persen menjadi 0 persen, serta pemberian suku bunga yang lebih rendah dengan jangka waktu cicilan lebih panjang.
"Kami akan membuat agar DP-nya yang selama ini masih ada, kalau menurut informasi dari perbankan kami itu ada 10 persen, kami akan coba reduce, bahkan akan coba hilangkan, sehingga minat masyarakat untuk membeli motor listrik ini bisa berjalan dengan cepat," ungkap Rosan dalam tayangan Breaking News Metro TV, Kamis, 13 Agustus 2026.