11 August 2026 10:07
Cianjur: Kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Cianjur, Jawa Barat, meluas hingga sekitar 20 hektare. Memasuki hari kelima penanganan, petugas masih menemukan sejumlah titik api dan kepulan asap di lokasi kebakaran.
Kebakaran terjadi di dua lokasi, yakni Alun-alun Surya Kencana dan Kawah Wadon. Meski kobaran api telah berhasil diatasi, sejumlah titik api masih menyala sehingga dikhawatirkan dapat kembali meluas jika tidak segera ditangani.
Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi mengatakan pihaknya akan menggelar apel kesiapsiagaan bersama berbagai pihak sebagai langkah kolaboratif dalam menangani kebakaran.
"Memang sumber daya memungkinkan, maka kami akan bermohon jika terjadi kebakaran, kami bermohon untuk disiapsiagakannya water bombing dengan menggunakan helikopter," ujar Alexander dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Selasa 11 Agustus 2026.
Menurutnya, penggunaan water bombing akan mempertimbangkan kondisi dan skala prioritas. Sebab, kebakaran juga terjadi di sejumlah wilayah lain, termasuk kawasan Gunung Bromo.
"Akan tetapi sekali lagi, asas prioritas kita sadar betul, di Bromo sana juga sedang terjadi, di beberapa wilayah juga sedang terjadi," katanya.
Petugas gabungan hingga kini masih disiagakan di lokasi kebakaran maupun di Balai Besar TNGGP. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan kebakaran, namun penanganannya belum sepenuhnya tuntas.
Selain pengerahan petugas, Balai Besar TNGGP telah memiliki command center dan monitoring center untuk mendukung pemantauan kawasan. Fasilitas tersebut dilengkapi drone yang dapat berada di udara selama beberapa jam untuk membantu memantau lokasi yang diduga masih terdapat titik api.
"Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango telah memiliki fasilitas command center dan monitoring center," tutur Ahmad Alexander.
Ia menambahkan, keberadaan drone menjadi salah satu fasilitas yang membantu petugas dalam memantau kondisi kawasan dari udara.
"Insyaallah dan alhamdulillah kemarin kami jumpai langsung di sana, mereka memiliki drone yang steady di udara itu siap sampai beberapa jam," ujarnya.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran di kawasan TNGGP masih dalam penyelidikan. Petugas gabungan terus bersiaga untuk mencegah api kembali meluas dan memastikan kondisi kawasan tetap terkendali.