Banyak Kata Unik Masuk KBBI, Ternyata Ini Alasannya-Jadi Lebih Paham

M Sholahadhin Azhar • 28 January 2026 15:13

Jakarta: Belakangan ini, publik kerap dibuat penasaran dengan munculnya berbagai kata unik dan istilah gaul yang resmi masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, mengapa kata-kata yang sebelumnya dianggap tidak baku kini diakui secara resmi?

Masuknya kata-kata baru ke KBBI tidak terjadi secara tiba-tiba. Bahasa Indonesia pada dasarnya bersifat adaptif dan dinamis, terus berkembang mengikuti perubahan zaman, kondisi sosial, kemajuan teknologi, serta perkembangan budaya masyarakat. Karena itu, kosakata bahasa Indonesia juga terus bertambah dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan penuturnya.
 



Sejumlah kata unik yang kini tercatat di KBBI berasal dari bahasa gaul atau neologisme, yakni kata baru yang muncul dari kebiasaan berbahasa masyarakat. Kata-kata ini sering kali lahir dari percakapan sehari-hari, media sosial, hingga budaya populer, lalu digunakan secara luas dan konsisten dalam waktu tertentu.

Selain itu, banyak kata baru hadir untuk mengisi kekosongan leksikal, yakni ketika suatu konsep atau kondisi belum memiliki padanan kata sebelumnya. Contohnya kata gabut, yang berasal dari frasa “gaji buta”, digunakan untuk menggambarkan kondisi tidak melakukan aktivitas berarti. Sebelum kata ini populer, tidak ada satu kata tunggal yang benar-benar mewakili makna tersebut.

Kriteria Kosakata Masuk KBBI

Agar sebuah kata dapat masuk ke KBBI, terdapat sejumlah kriteria yang harus dipenuhi. Di antaranya tingkat frekuensi penggunaan di masyarakat, kejelasan dan kestabilan makna, kemudahan pengucapan atau aspek eufonik, serta kesesuaiannya dengan kaidah bahasa Indonesia. Jika memenuhi syarat tersebut dan digunakan secara luas, kata baru berpeluang diakui secara resmi.

Masuknya kata-kata unik ke KBBI menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia terus hidup dan berkembang bersama para penuturnya. Perubahan ini sekaligus menunjukkan bahwa bahasa bukan sesuatu yang kaku, melainkan cerminan dinamika masyarakat yang terus bergerak mengikuti zaman.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)