Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Rantau Baru, Kabupaten Pelalawan, kini berada dalam tahap pemulihan. Petugas terus melakukan pemantauan dan pendinginan untuk memastikan bara di lahan gambut tidak kembali terbakar.
Pendinginan masih dilakukan tim gabungan yang melibatkan BPBD, Damkar, TNI, Polri, pihak swasta, dan masyaraka. BPBD Kabupaten Pelalawan juga mengerahkan tiga unit mini strike untuk mempercepat pembasahan lahan.
Luas lahan yang terbakar tercatat sekitar 966 hektare dan tidak mengalami penambahan. Kondisi lahan gambut menjadi salah satu kendala utama dalam proses pendinginan.
Gambut yang dalam dan asam memungkinkan api bertahan di dalam tanah sehingga bara dapat kembali muncul meskipun permukaan lahan telah dilakukan pembasahan. Status penanganan karhutla di wilayah ini telah berubah dari darurat menjadi masa pemulihan.
"Karena struktur di Desa Rantau Baru ini ialah kedalaman dan keasaman gambut, tidak mineral, sehingga petugas di lapangan mengalami kesulitan dengan melakukan pendinginan, tetapi kemudian api bisa naik kembali karena dari cuaca yang tidak menentu," ucap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kab. Pelalawan, Murdied, dikutip dari tayangan
Breaking News Metro TV, Kamis, 10 September 2026.
Tim gabungan menargetkan proses pendinginan dapat dituntaskan dalam 2 hingga 3 hari. Petugas juga berharap
hujan segera turun untuk membantu percepatan pembasahan lahan dan mencegah munculnya kembali api.