3 January 2026 13:19
TNI Angkatan Darat (TNI AD) bergerak cepat merespons terputusnya akses transportasi akibat hancurnya Jembatan Berawang Gajah-Burlah di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Sebagai solusi untuk mengakhiri keterisolasian warga, TNI AD mulai melakukan persiapan pembangunan jembatan gantung di lokasi tersebut.
Putusnya jembatan utama ini sebelumnya telah melumpuhkan akses menuju empat desa, yakni Desa Burlah, Buge Ara, Kekuyang, dan Bintang Pepara. Kondisi ini berdampak langsung pada lebih dari 2.000 jiwa atau sekitar 700 Kepala Keluarga (KK) yang menggantungkan hidup pada jalur tersebut.
Pembangunan jembatan gantung ini merupakan bagian dari program percepatan penanganan bencana dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Jembatan ini dirancang untuk memulihkan mobilitas warga dan memperlancar kembali roda ekonomi yang sempat terhenti.
Jembatan ini direncanakan akan dibangun sepanjang 120 meter dengan lebar 1,2 meter, sehingga dapat dilintasi oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Pengerjaan diprediksi memakan waktu sekitar satu bulan dan ditargetkan rampung pada awal Februari 2026.
| Baca juga: BNPB Diminta Ajukan Tambahan Anggaran Pemulihan Bencana, Purbaya: Dananya Sudah Siap |