Luhur Hertanto • 24 February 2022 09:52
Setelah pedagang tahu dan tempe, kini giliran pedagang daging sapi yang mogok berjualan. Pemicu aksi mogok selama lima hari tersebut masih sama, yaitu lonjakan harga dari pemasok sehingga harga jual terpaksa naik yang mengakibatkan anjloknya penjualan.
Kenaikan harga yang berlangsung sejak Desember 2021 berbeda-beda di setiap daerah, namun kisarannya adalah 15% hingga 21?ri harga normal. Kenaikan harga diakibatkan menyusutnya pasokan dari Australia yang belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi covid-19. Namun apa pun penyebabnya, pada kenyataannya kenaikan harga daging selalu terjadi tiap menjelang bulan Ramadan.
"Masalah rutin ini belum pernah tuntas diselesaikan Kementerian Pertanian selaku penanggung jawab proses produksi dan kenaikan hasil ternak," kritik Ketum Jaringan Pemotong dan Penjual Daging Indonesia (JPPDI), Asnawi, Kamis (24/2/2022).