Bandung: Dinas Kesehatan Kota Bandung masih melakukan verifikasi dan pendalaman terhadap dugaan keracunan makanan di Restoran Korea 88 Seoul Bandung.
Hasil penyelidikan sementara, ditemukan sejumlah kondisi di restoran yang perlu diperbaiki, termasuk penataan dapur yang dinilai tidak layak.
Dinkes Kota Bandung mulai melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan makanan di Restoran 88 Seoul Bandung.
Berdasarkan inspeksi langsung ke lokasi, hasil sementara pemeriksaan menemukan sejumlah hal yang perlu diperbaiki oleh pengelola, di antaranya kondisi dapur yang kecil, serta penataan restoran yang belum baik.
Sementara itu, terkait informasi di unggahan
thread yang menyebut jumlah korban mencapai 284 orang, Dinkes menilai hal tersebut sebagai potensi warga yang terdampak.
Namun sejauh ini laporan yang diterima oleh Dinkes, baru sekitar 24 orang yang mengalami gejala dan mendapatkan perawatan medis, bahkan salah satu korban sempat menjalani rawat inap di rumah sakit.
Pihak Dinkes menyebut, penyebab dugaan keracunan makanan tersebut sulit dipastikan karena pemeriksaan sampel makanan tidak dapat dilakukan secara optimal.
Hal ini karena terdapat selisih waktu lebih dari dua kali 24 jam antara waktu kejadian dan pemeriksaan, sehingga sampel makanan yang tersisa dinilai sudah tidak layak untuk diuji.
Selain itu Dinkes Kota Bandung masih membuka layanan pengaduan dan terus menelusuri informasi yang beredar di media sosial terkait jumlah korban.
Dinkes mengimbau seluruh pengelola restoran memperhatikan kaidah kesehatan dan kebersihan lingkungan, mulai dari penyimpanan makanan, kebersihan, hingga penyajian makanan.