S&P Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh 5,1% di 2026

14 July 2026 14:14

Lembaga pemeringkat kredit internasional, S&P Global Ratings memprediksi Produk Domestik Bruto (PDB) riil Indonesia akan tumbuh 5,1 persen pada 2026.

Dalam laporan terbarunya, S&P memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai rata-rata 4,9 persen per tahun dari periode 2026-2029. Kinerja ekonomi diperkirakan sedikit melambat pada kuartal-kuartal berikut akibat tekanan global dan tingginya suku bunga domestik.

S&P juga menyebut PDB per kapita Indonesia diproyeksi mencapai USD 5.200 tahun ini, hanya naik sedikit dari USD 5.100 pada 2025. Minimnya kenaikan ini terutama disebabkan oleh depresiasi nilai tukar rupiah.

Meski demikian, pertumbuhan tren ekonomi Indonesia sebesar 3,9 persen di atas rata-rata negara lain dengan tingkat pendapatan serupa. Stabilitas ini didukung oleh lembaga politik dan kebijakan di Indonesia yang dinilai stabil serta fokus pada stabilitas ekonomi dan keuangan.

Para pembuat kebijakan di Indonesia juga dianggap fleksibel, salah satunya melalui pemangkasan belanja negara untuk menjaga defisit anggaran di bawah ambang batas 3 persen.
 


Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kepercayaan dunia internasional terhadap ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Hal ini usai keluarnya keputusan Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s Global Ratings (S&P) mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil.

Purbaya mengatakan afirmasi peringkat itu menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski dunia masih menghadapi tekanan akibat tingginya suku bunga global, volatilitas pasar keuangan, serta fluktuasi harga energi.

“Keputusan S&P mempertahankan peringkat Indonesia pada level investment grade dengan outlook stabil menunjukkan bahwa arah kebijakan ekonomi nasional terjaga kredibel. Pemerintah terus menjaga disiplin fiskal, memperkuat basis penerimaan negara, meningkatkan kualitas belanja, serta memastikan pembiayaan dikelola secara prudent, efisien dan berkelanjutan,” ujar Purbaya dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 14 Juli 2026.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X