Jelang Iduladha, Peternak Ayam Rakyat Keluhkan Harga Jual di Bawah HPP

21 May 2026 13:10

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo), Heri Irawan, mengatakan kondisi riil peternak ayam saat ini masih berada di bawah harapan menjelang Iduladha. Menurutnya, harga jual ayam yang berada di bawah harga pokok produksi (HPP) menjadi persoalan utama yang harus segera diatasi.

“Beban peternak itu satu, harga di bawah HPP, biaya produksi naik. Itulah yang kita soroti terkait nilai tukar peternak,” ujar Heri Irawan dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Kamis 21 Mei 2026. 

Seementara itu, Ketua Umum Permindo, Kusnan, menyebut fluktuasi harga ayam diperkirakan dipengaruhi perubahan pola konsumsi masyarakat ketika distribusi daging kurban meningkat.

Meningkatnya konsumsi daging kurban dinilai membuat permintaan ayam menurun, sehingga harga ayam di pasaran menjadi tidak stabil. Di sisi lain, peternak juga harus menghadapi kenaikan biaya produksi yang terus menekan usaha mereka.


Harga pakan ternak yang mendekati Rp9 ribu per kilogram disebut menjadi salah satu beban utama. Sementara itu, harga jual ayam hidup saat ini dinilai masih belum mampu menutup biaya produksi yang dikeluarkan peternak.

Selain persoalan harga, sekitar 70 persen distribusi ayam nasional masih bergantung pada pasar tradisional. Kondisi ini dinilai membuat persaingan semakin berat, terutama bagi peternak rakyat yang memiliki skala usaha kecil.

Permindo berharap kondisi industri perunggasan nasional dapat membaik setelah Mei, sehingga nilai tukar peternak bisa kembali berada di atas angka 100 sesuai indikator yang digunakan Badan Pusat Statistik (BPS).

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)