BTN Resmikan Loan Factory, Targetkan Proses Kredit Lebih Cepat dan Akurat

15 April 2026 09:37

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) meresmikan implementasi sistem Loan Factory  di Bekasi, Jawa Barat,  pada Senin, 13 April 2026. Peresmian ini menjadi langkah strategis BTN untuk mempercepat penyaluran kredit sekaligus menjaga kualitas portofolio secara lebih terkontrol.

Melalui sistem ini, BTN melakukan transformasi dengan mengubah pola kerja penyaluran kredit yang sebelumnya berbasis cabang menjadi sistem terpusat. Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan tingginya volume aplikasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang mencapai sekitar 1.000 aplikasi setiap harinya.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa standarisasi proses sangat krusial dalam mengelola volume kredit yang besar agar tetap konsisten dan berkualitas. "Kita sedang mewujudkan proses bisnis kredit konsumer yang lebih cepat, lebih baik, lebih akurat sehingga pertumbuhan kita bisa tumbuh lebih baik. Kata paling penting supaya sustain adalah grow," ujar Nixon.

Sistem Loan Factory ini merupakan kelanjutan dari pembentukan Regional Loan Processing Center yang telah dimulai sejak 2019. Langkah ini sebagai tahap awal sentralisasi proses kredit yang berhasil meningkatkan kualitas proses, memperkuat pengawasan, serta menekan potensi deviasi dalam pelaksanaan kredit.
 

Baca juga: BTN Bangun Loan Factory Demi Pecut Pertumbuhan Kredit, Apa Itu?

Direktur Operations BTN, I Nyoman Sugiri Yasa, menjelaskan bahwa sistem ini membuat proses kerja lebih efisien terstruktur dan mudah dimonitor di setiap tahapan. BTN menargetkan waktu pemrosesan kredit dapat dipangkas dari rata-rata 6 hari kerja menjadi lebih singkat dengan tetap menjaga kualitas risiko kepatuhan dan tata kelola. 

Untuk mencapai target tersebut, BTN mengintegrasikan seluruh tahapan kredit mulai dari input data, verifikasi, analisa, hingga persetujuan dan pencairan dalam satu sistem terpusat. BTN juga memanfaatkan teknologi decision engine dalam proses credit scoring untuk mempercepat analisa, meningkatkan akurasi keputusan, serta memperkuat konsistensi dalam penilaian risiko.

Sementara itu, Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menambahkan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari penguatan kualitas proses kredit yang terus berkembang mengikuti teknologi. BTN memastikan setiap tahapan proses berjalan lebih akurat, efektif, dan cepat, sekaligus memperkuat pengendalian untuk meminimalkan risiko kredit.

BTN terus mendorong penguatan kapabilitas digital dengan memanfaatkan teknologi, termasuk otomasi dan kecerdasan buatan dalam proses kredit. Dengan hadirnya Loan Factory, BTN optimistis dapat memperkuat sistem operasional sekaligus memenuhi kebutuhan pembiayaan perumahan masyarakat Indonesia yang terus meningkat dengan tata kelola yang lebih terkendali.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)