Mengapa Wukuf di Arafah Jadi Penentu Sah Haji? Ini Penjelasannya

6 May 2026 11:41

Jakarta: Wukuf di Arafah menjadi salah satu rangkaian paling penting dalam ibadah haji. Ibadah ini bahkan menjadi penentu sah atau tidaknya haji yang dijalankan oleh seorang Muslim.

Pada momen ini, jamaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk berdiam diri sambil memperbanyak doa dan zikir sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Selama menjalani wukuf, jamaah dapat berada dalam kondisi berdiri, duduk, maupun berbaring.

Bagi jamaah haji yang dalam kondisi uzur, wukuf dapat dilakukan melalui skema safari wukuf. Fasilitas ini diperuntukkan bagi jamaah yang tidak mampu menjalani wukuf secara mandiri. Dalam pelaksanaannya, jamaah akan diangkut menggunakan ambulans, berada di Arafah selama beberapa jam, kemudian kembali setelah waktu Maghrib.

 

Kapan Wukuf Dimulai?

Wukuf di Arafah dimulai pada 9 Dzulhijjah setelah tergelincirnya matahari hingga fajar 10 Dzulhijjah. Wukuf merupakan amalan yang bersifat pasif. Ibadah haji secara keseluruhan termasuk rukun fi’li (tindakan), berbeda dengan salat yang memiliki rukun qauli berupa bacaan seperti takbir dan Al-Fatihah. Selama wukuf, jamaah dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir kepada Allah SWT.

Mengapa Haji Tidak Sah Tanpa Wukuf di Arafah?

Haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib bagi umat Muslim yang mampu. Nabi Muhammad SAW menegaskan pentingnya wukuf dalam sebuah hadits:

“Inti haji adalah wukuf di Arafah. Siapa pun yang mendapatkan malam Arafah sebelum terbit fajar, maka hajinya telah sempurna.” (HR An-Nasa’i).

Dengan demikian, Arafah menjadi bagian terpenting dalam rangkaian ibadah haji. Tanpa menjalani wukuf di Arafah, ibadah haji tidak dinyatakan sah. Selain itu, wukuf juga menjadi kesempatan bagi jamaah untuk melepaskan keterikatan duniawi, melakukan refleksi diri, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Mengutip Kementerian Agama Republik Indonesia, wukuf di Arafah merupakan puncak syarat sah ibadah haji. Jamaah dianjurkan memperbanyak doa dan taubat karena waktu tersebut menjadi momen utama untuk bermunajat kepada Allah SWT.

Kepentingan dan Keistimewaan Arafah

Arafah dalam Al-Qur’an disebut sebagai Arafaat. Berbeda dengan Muzdalifah dan Mina, Arafah tidak termasuk wilayah Mekkah.

Mengutip Majelis Ulama Indonesia Digital, Arafah memiliki makna istimewa dalam sejarah Islam. Tempat ini diyakini sebagai lokasi pertemuan kembali Nabi Adam AS dan Siti Hawa setelah terpisah lama. Selain itu, Arafah juga menjadi tempat Malaikat Jibril memperkenalkan manasik haji kepada Nabi Ibrahim AS.

 

Keutamaan Arafah juga dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW:

“Wahai manusia, sesungguhnya Tuhanmu adalah Esa dan bapakmu satu. Kamu semua berasal dari Adam dan Adam dari tanah. Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Tidak ada keutamaan seseorang atas yang lain kecuali karena takwa.”

Tempat suci Arafah menjadi simbol kesetaraan manusia sekaligus ruang refleksi spiritual untuk mengenali jati diri dan memperkuat keimanan.

(Odetta Aisha Amrullah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)