18 July 2026 14:48
Tinggi muka air di Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, mengalami penyusutan bahkan sempat menyentuh nol sentimeter. Kondisi ini terjadi akibat musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat, hingga berdampak pada menurunnya debit Sungai Ciliwung.
Kondisi ini terpantau jauh di bawah batas normal. Sebagai perbandingan, pada musim penghujan, tinggi muka air di bendung ini biasanya berada di angka 50 sentimeter atau bahkan lebih saat status siaga.
Berdasarkan pantauan di lokasi dari tayangan Metro Siang Metro TV, Sabtu, 18 Juli 2026, pemandangan hijau air sungai kini berganti dengan hamparan batuan besar yang biasanya tertutup aliran air. Dasar Sungai Ciliwung di sekitar pintu bendung kini terlihat jelas secara kasatmata, menandakan minimnya pasokan air yang mengalir ke arah hilir, termasuk Jakarta.
Pihak pengelola dan pengawas Bendung Katulampa menyatakan bahwa mereka terus melakukan pengawasan ketat terhadap pergerakan debit air. Upaya mitigasi sedang dilakukan agar kondisi kering ini tidak memberikan dampak yang terlalu ekstrim bagi masyarakat luas, khususnya bagi pemenuhan kebutuhan air rumah tangga dan sektor irigasi pertanian yang sangat bergantung pada aliran sungai tersebut.
Merespons fenomena alam ini, pemerintah melalui otoritas terkait mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air bersih. Warga diminta menggunakan air secara bijak dan memprioritaskan kebutuhan utama selama musim kemarau berlangsung guna mengantisipasi krisis air yang lebih parah.
Hingga saat ini, aliran air di Bendung Katulampa masih terus dipantau secara berkala oleh petugas di lapangan untuk meng-update kondisi terkini kepada masyarakat dan pemerintah daerah terkait.