Teror ancaman bom menyasar Sekolah Dasar Negeri (SDN) Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Aparat kepolisian telah meringkus pelaku yang ternyata merupakan salah satu wali murid di sekolah tersebut.
Fakta mengejutkan terungkap setelah polisi melakukan pendalaman. Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, membeberkan bahwa motif di balik teror mengerikan yang membuat panik seluruh warga sekolah itu ternyata dipicu oleh masalah sepele.
Pelaku merasa sakit hati dan tersinggung terhadap staf Tata Usaha (TU) sekolah hanya gara-gara pertanyaan soal harga seragam.
"Motivasinya setelah kita gali dari penyidik, dia sedikit sakit hati. Dia merasa tidak nyaman saat menghubungi staf TU untuk menanyakan harga baju seragam yang akan dipakai putranya. Staf TU menjawab bahwa untuk harga, silakan berkomunikasi dengan pihak koperasi. Dari situ dia merasa tidak nyaman," ungkap Kompol Nurma Dewi dalam program Hotroom, Metro TV, Rabu 15 Juli 2026.
Ancam Ledakkan 11 Titik Pakai WiFi Sekolah
Akibat rasa ketersinggungannya, pelaku nekat mengirimkan pesan teror melalui WhatsApp kepada staf TU dan dua orang guru. Isi pesan tersebut sangat mencekam, yakni ancaman akan meledakkan 11 titik di area sekolah dalam hitungan detik.
Ancaman ini sangat disesalkan, mengingat pada saat kejadian, anak pelaku sendiri sedang mengikuti kegiatan MPLS dan berkumpul di lapangan bersama siswa dan wali murid lainnya.
Merespons teror tersebut, aparat gabungan yang terdiri dari Gegana, Densus 88, BNPT, hingga unit K9 (anjing pelacak) langsung diterjunkan untuk mengevakuasi para siswa dan menyisir lokasi.
Konyolnya, pelacakan polisi justru berujung pada penangkapan yang cepat karena pelaku ternyata menggunakan fasilitas WiFi milik sekolah untuk mengirimkan pesan ancaman tersebut.
"Rupanya orangnya tidak jauh dari situ karena WiFi yang dipakai adalah WiFi sekolah. Dia bahkan sempat mengirim pesan ke salah satu guru menanyakan kenapa Pak RT dan polisi datang. Akhirnya dengan gerak cepat, Polres Metro Jakarta Selatan menjemput pelaku di kediamannya yang tak jauh dari sekolah," jelas Nurma.
Saksikan fakta-fakta eksklusif serta ulasan mendalam mengenai fenomena teror di lingkungan pendidikan ini dalam program
HOTROOM episode "Teror Bom Bikin Geger".