16 July 2026 22:37
Polda Sumatra Barat mengungkap pelaku ledakan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang mempelajari cara merakit bahan peledak melalui internet. Polisi menyebut sejauh ini tidak ditemukan keterkaitan antara kasus tersebut dengan jaringan terorisme dan penyelidikan masih difokuskan pada motif serta proses pembuatan bom rakitan.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati mengatakan pelaku berinisial R yang masih berusia 17 tahun saat ini masih menjalani pemeriksaan dan pendampingan. Menurutnya, pelaku mengaku mempelajari cara merakit bom dari berbagai platform digital.
"Ini perlu kami tegaskan juga tidak ada hubungannya dengan jaringan terorisme. Ini murni karena korban bullying dari teman-teman," ujar Susmelawati dalam tayangan Primetime News Metro TV, Kamis 16 Juli 2026.
Sejauh ini Polda Sumbar telah memeriksa tujuh saksi yang terdiri atas guru, petugas keamanan sekolah, dan pelaku berinisial R. Polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk menentukan tindak pidana yang disangkakan kepada pelaku.