Jakarta: Bulu tangkis, atau yang dikenal secara internasional sebagai Badminton, merupakan salah satu olahraga raket paling populer dan dinamis di dunia. Namun, perjalanan olahraga ini terbilang panjang, berawal dari berbagai permainan memukul kok sederhana di Asia hingga akhirnya distandardisasi dan menjadi cabang resmi di Olimpiade.
Perjalanan dari Poona ke Badminton House
Jejak permainan yang menggunakan kok berbulu sudah muncul di beberapa negara kuno. Di Tiongkok, terdapat permainan bernama
Jianzi yang unik karena menggunakan kaki untuk menendang kok. Sementara di Jepang, ada permainan serupa yang dikenal sebagai Hane-tsuki.
Akar paling dekat dengan bulu tangkis modern adalah Poona, sebuah permainan yang dimainkan di India pada abad ke-18 menggunakan raket sederhana. Popularitas Poona inilah yang kemudian dibawa oleh perwira Inggris ke negara mereka.
Pada sekitar tahun 1873, permainan ini diperkenalkan di
Badminton House, kediaman Duke of Beaufort di Inggris. Nama tempat inilah yang kemudian disematkan secara resmi pada olahraga ini, menjadikannya 'Badminton'. Standarisasi resmi permainan ini dicatat tidak lama kemudian pada tahun 1877, menandai lahirnya bulu tangkis modern.
Bulu Tangkis Meraih Status Global
Seiring penyebarannya ke berbagai benua, kebutuhan akan regulasi global pun muncul. Pada tahun 1934, lahirlah
International Badminton Federation (IBF), yang saat ini dikenal sebagai Badminton World Federation (BWF). BWF adalah badan yang bertanggung jawab mengatur seluruh aspek bulu tangkis di dunia.
Di bawah naungan BWF, lahirlah kejuaraan beregu paling bergengsi, yakni Thomas Cup untuk kategori putra dan Uber Cup untuk kategori putri. Kedua kejuaraan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah kompetisi bulu tangkis. Puncak pengakuan global dicapai pada tahun 1992, ketika bulu tangkis resmi dipertandingkan sebagai cabang olahraga Olimpiade untuk pertama kalinya di Barcelona.
Evolusi
bulu tangkis mencerminkan bagaimana permainan sederhana dapat berkembang menjadi kompetisi profesional yang cepat dan menarik. Dari sekadar permainan di halaman rumah bangsawan Inggris, bulu tangkis kini menjadi panggung bagi atlet-atlet terbaik dunia.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Muhammad Fauzan)