Berawal dari duka mendalam akibat gempa bumi dan tsunami Aceh, 26 Desember 2004, lahir sebuah gerakan kemanusiaan yang meyakini bahwa pendidikan adalah pondasi utama untuk membangun kembali masa depan. Dari semangat itulah, berdiri Sekolah Sukma Bangsa sebagai wujud nyata kepedulian terhadap anak-anak Aceh dan masa depan bangsa.
Sekolah Sukma Bangsa di Lhokseumawe berlokasi di Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Sekolah ini dipimpin oleh Zubir selaku Direktur yang terus mengembangkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh peserta didik.
Sekolah Sukma Bangsa memiliki visi menciptakan lingkungan pendidikan yang positif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul secara akademik, terampil, dan berakhlak mulia. Visinya diwujudkan melalui pengembangan potensi siswa, budaya riset, kerja sama dengan berbagai pihak, serta pemberdayaan masyarakat demi terbangunnya budaya damai.
Menurut Direktur Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe, Zubir, sekolah ini menempatkan keselamatan dan rasa aman anak sebagai pondasi utama dalam proses belajar.
“Dengan suasana yang inklusif dan saling menghargai, setiap anak didorong untuk tumbuh, belajar tanpa rasa takut, sehingga setiap potensi akademik dan karakter dapat tumbuh dengan maksimal.” kata Direktur Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe, Zubir, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Kamis, 23 Juli 2026.
Kepala Sekolah Dasar Sukma Bangsa Lhokseumawe, Munzir, mengatakan lembaga ini berkomitmen melahirkan generasi yang unggul, terampil, dan berakhlak mulia. Menurut Munzir, pendidikan bukan sekedar transfer ilmu pengetahuan, melainkan proses membentuk karakter melalui lingkungan belajar yang positif dan menyenangkan.
“Yayasan Sukma Bangsa Lhokseumawe hadir sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen penuh mencetak generasi unggul secara akademik, terampil, dan berakhlak mulia. Kami percaya bahwa pendidikan sejati bukan sekedar transfer ilmu pengetahuan, melainkan sebuah proses panjang dalam membentuk karakter siswa. Oleh karena itu, kami menciptakan lingkungan belajar yang positif dan menyenangkan melalui berbagai program inovatif,” ucap Kepala Sekolah Dasar Sukma Bangsa Lhokseumawe, Munzir.
Bagi para siswa, Sukma Bangsa bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk tumbuh dan berkembang. Salah satunya diungkapkan Balqis Adzra, siswa SD Sukma Bangsa Lhokseumawe. “Di sini fasilitasnya sangat bagus lho, seperti playground atau taman bermain anak. Selain belajar, saya juga di sini sempat mendapatkan bimbingan untuk mengikuti lomba. Seperti saya, saya mengikuti lomba baca puisi.” ucapnya.
Dua dekade lebih setelah tsunami melanda Aceh, Sekolah Sukma Bangsa menjadi bukti bahwa dari sebuah tragedi besar dapat lahir harapan baru. Melalui pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter, Sukma Bangsa terus menyiapkan generasi muda Aceh agar siap menjadi pemimpin masa depan yang
cerdas, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di tingkat global.