5 August 2026 11:21
Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan menjadi USD145 miliar pada akhir Juni 2026. Penurunan ini utamanya dipicu oleh kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Pejabat Gubernur Sementara (PGS) Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa cadangan devisa RI telah menyusut sekitar USD11 miliar. Sebelumnya, cadangan devisa sempat menyentuh posisi tertingginya di angka USD156,5 miliar pada akhir Desember 2025.
"Posisi cadev (cadangan devisa) kita tertinggi di 2026 itu sekitar USD156 miliar. Sekarang ini posisinya USD145 miliar. Jadi bisa dibayangkan itulah kurang lebih pengurangan dari cadev kita," jelas Destry dikutip dari Zona Bisnis Metro TV, Rabu 5 Agustus 2026.