MPR Ajak Pelaku UMKM Batik Kudus Perkuat Nilai Kebangsaan dan Daya Saing Usaha

1 August 2026 20:38

Kudus: Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI terus menggencarkan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada berbagai lapisan masyarakat. Kali ini, kegiatan menyasar para pelaku dan pecinta UMKM batik di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dengan tujuan memperkuat nilai-nilai kebangsaan sekaligus meningkatkan daya saing usaha.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa semangat persatuan, gotong royong, dan kolaborasi tidak hanya penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga menjadi modal dalam mengembangkan usaha batik agar lebih kompetitif.

Para peserta menyambut positif sosialisasi tersebut. Mereka menilai nilai-nilai Empat Pilar dapat menjadi motivasi untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat persatuan, serta melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa.

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan sosialisasi Empat Pilar di Kudus sengaja dikaitkan dengan pelestarian Batik Kudus sebagai bagian dari identitas bangsa yang sarat nilai kebangsaan.

"Ini sosialisasi Empat Pilar yang diselenggarakan dalam kapasitas saya sebagai Wakil Ketua MPR RI di Kudus, memang sengaja berbicara mengenai bagaimana menjaga dan meneruskan Batik Kudus sebagai warisan budaya dikaitkan dengan konteks kebangsaan," ujar Lestari dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Sabtu 1 Agustus 2026. 

Menurutnya, masyarakat dapat belajar banyak dari filosofi Batik Kudus yang sejak awal mencerminkan keberagaman. Motif-motif batik tersebut mengandung nilai persatuan yang selaras dengan semangat Empat Pilar Kebangsaan.

"Kalau kita buka kembali, motif-motif Batik Kudus awal itu jelas-jelas motif-motif yang sudah mengajarkan kita keberagaman. Jadi ada nilai filosofi kebangsaan. Banyak nilai yang sebetulnya lekat sekali dengan Empat Pilar kita," katanya.

Lestari menegaskan, nilai-nilai Empat Pilar tidak hanya menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga menjadi fondasi untuk membangun masyarakat yang tangguh, produktif, serta mampu menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X