Ruas Jalan Sawu-Mulakoli Rawan Longsor, Warga Nagekeo Desak Perbaikan Jalan

16 September 2026 11:37

Ruas jalan Sawu-Mulakoli yang menghubungkan Kecamatan Mauponggo dan Kecamatan Boawae di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, rentan terganggu pascabencana gempa Flores pada 15 Agustus lalu. Jalur vital tersebut sempat terputus akibat tanah longsor yang membawa material tebing berupa pasir dan bongkahan batu besar menutupi badan jalan.

Dikutip dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu, 16 September 2026, meski penanganan cepat dari dinas setempat berhasil memindahkan material utama sehingga kedua kecamatan tidak terisolasi, sisa bongkahan batu berukuran besar masih menumpuk di pinggir jalan hingga ke area jurang. Kondisi jalan yang belum memadai serta struktur wilayah yang rawan longsor membuat akses transportasi di kawasan tersebut tetap berisiko tinggi saat terjadi bencana.
 


Ruas jalan Sawu-Mulakol memiliki fungsi sangat strategis bagi warga setempat. Selain menjadi penopang utama distribusi komoditas ekonomi unggulan, seperti manggis, durian, cengkih, dan pala, akses ini merupakan jalur utama distribusi logistik dan evakuasi bencana. Terlebih lagi, posisi jalan ini berada tepat di kaki Gunung Ebulobo, salah satu gunung api aktif di Pulau Flores.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera memperbaiki dan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan Sawu-Mulakoli agar lebih mulus dan layak. Perbaikan ini dinilai mendesak guna memperlancar aktivitas perekonomian warga sekaligus menjamin keselamatan proses evakuasi jika terjadi longsor susulan maupun erupsi gunung api.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X