Keluarga Jurnalis Yudistiro Pranoto Gelar Doa Bersama, Berharap Keajaiban untuk 8 Korban di Selat Sunda

17 September 2026 09:47

Suasana haru menyelimuti kediaman orang tua jurnalis Yudistiro Pranoto di Kompleks LKBN Antara, Bintara, Kota Bekasi, Jawa Barat. Keluarga besar, kerabat, dan rekan sesama jurnalis berkumpul menggelar doa bersama untuk memohon keselamatan Yudistiro beserta empat jurnalis lain dan tiga awak kapal yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Yudistiro, yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, dikenal keluarga sebagai sosok pekerja keras dengan semangat juang tinggi serta sangat mencintai dunia jurnalistik. Peliputan di perairan Selat Sunda ini bukan kali pertama baginya bertugas di wilayah berbahaya, sebab sebelumnya ia juga kerap diterjunkan ke lokasi bencana dan daerah konflik.

Pihak keluarga menyatakan berserah diri atas musibah ini, namun tetap memanjatkan doa terbaik agar para korban dapat ditemukan.

"Kita tidak bisa melawan takdir Allah ya, kita tidak bisa berbuat apa-apa, kita hanya bisa berdoa. Kalaupun memang bisa diselamatkan, syukur alhamdulillah, kalaupun tidak kami keluarga ikhlas," ujar kaka Yudistiro, Fara Hadiyanti dalam tayangan Breaking News Metro TV, Kamis, 17 September 2026.
 


Ia juga mengenangkan sosok Yudistiro sebagai jurnalis dan fotografer yang selalu bekerja dengan penuh totalitas.

"Dia jiwanya itu memang jiwa jurnalis banget. Kalau saya bilang sih bahasa saya petarung, dia petarung banget, nekat orangnya. Jadi fotografer dari dulu, dia punya jiwa jurnalis itu ya memang totalitas saja dia," lanjutnya.

Sementara itu, Ibu dari Yudistiro menceritakan awal mula ia mengetahui kabar hilangnya sang anak dari pesan yang beredar di kalangan pensiunan LKBN Antara sewaktu hendak menunaikan salat Magrib.

"Saya lihat tiba-tiba kok saya lihat HP gitu, tapi kok ada saya lihat di pewarta pensiunan Antara itu. Saya lihat kok ada namanya Yudistiro. Saya scroll terus, sudah enggak kuat saya, terus telepon kakaknya, 'Mbak, benar ini?' 'Iya'," tutur Ibu Yudistiro.

Meski berusaha ikhlas menghadapi cobaan ini, pihak keluarga masih menyimpan harapan besar agar tim SAR gabungan dapat menemukan Yudistiro bersama empat jurnalis dan tiga awak kapal lainnya dalam kondisi selamat. Hingga kini, delapan korban tersebut masih dalam proses pencarian.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X