Hari ke-8 Pencarian 5 Jurnalis: Operasi Diperluas hingga ke Perairan Dekat Anak Krakatau

15 September 2026 09:21

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap delapan penumpang speedboat Arupadatu 1 yang hilang di perairan Selat Sunda resmi diperpanjang selama tiga hari. Memasuki pencarian hari kedelapan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperluas wilayah penyisiran hingga 3.962 mil laut persegi.

Dikutip dari laporan jurnalis Adinda Vinka dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Selasa, 15 September 2026, delapan penumpang yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut belum ditemukan hingga hari ketujuh. Keputusan perpanjangan diambil setelah tim SAR gabungan bersama instansi pemerintah melakukan evaluasi hasil pencarian.

Kepala Kantor SAR Basarnas Banten menyatakan bahwa perpanjangan ini dilakukan karena belum adanya tanda-tanda keberadaan korban serta terbatasnya jarak pandang akibat kabut tebal.

Pada pencarian hari kedelapan, tim gabungan memfokuskan operasi pada sektor laut dengan mengerahkan sekitar 20 armada kapal, sedangkan armada udara disiagakan (standby). Wilayah penyisiran dibagi ke dalam lima sektor, yaitu Sektor A, B, C, D, dan F.
 



Fokus utama penyisiran hari ini terbagi di dua wilayah:

  • Sektor C: Wilayah seluas 459 mil laut persegi di dekat Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sebesi.
  • Sektor F: Pesisir Pantai Anyer, Tanjung Lesung, hingga Ujung Kulon.

Selain penyisiran perairan, tim SAR juga dikerahkan untuk melakukan penyisiran darat di sepanjang Pantai Carita, Pantai Anyer, serta pulau-pulau di sekitarnya. Di sisi lain, temuan barang pada hari kelima berupa tiga jaket pelampung (life jacket), dua lembar terpal, dan satu galon air dipastikan bukan milik kru atau kapal Arupadatu 1.

Mengenai penemuan jenazah oleh nelayan di sekitar Pulau Enggano, Bengkulu, tiga hari sebelumnya, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Ahlies Kutapia menyampaikan bahwa Polda Banten dan Polda Bengkulu masih berkoordinasi serta melakukan proses identifikasi untuk memastikan apakah jenazah tersebut merupakan salah satu penumpang speedboat Arupadatu 1.

Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten terus memberikan dukungan mental dan pendampingan bagi keluarga delapan korban yang hilang kontak tersebut.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X