Asap Tebal Semeru Selimuti Jembatan Gladak Perak, Pengendara Diimbau Waspada

18 February 2026 00:31

?Hujan deras yang mengguyur kawasan puncak Gunung Semeru memicu terjadinya banjir lahar yang disertai fenomena letusan sekunder, pada Selasa sore, 17 Februari 2026. Peristiwa ini mengakibatkan kepulan asap tebal membumbung tinggi di jalur lintas selatan, tepatnya di kawasan Jembatan Besuk Kobokan atau Geladak Perak, Desa Sumberwulu, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Letusan sekunder ini terjadi akibat pertemuan antara banjir lahar dengan endapan material vulkanik sisa erupsi yang masih bersuhu tinggi di aliran Sungai Leprak, tepat di bawah jembatan. Material panas yang tergerus air tersebut menimbulkan reaksi uap panas pekat yang menyerupai ledakan.

Data dari Pos Pengamatan Gunung Api Semeru mencatat getaran banjir lahar terekam di seismograf dengan amplitudo maksimal mencapai 30 mm.

Pengendara Motor Sempat Panik

Tebalnya asap yang naik hingga menutupi badan jembatan sempat membuat panik para pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua. Banyak pengendara memilih berhenti karena jarak pandang terbatas dan khawatir akan adanya awan panas guguran.

Arif, salah seorang pengguna jalan yang melintas, mengaku terkejut melihat asap tebal tersebut. "Tadi kaget, kirain lahar susulan atau awan panas, makanya kita sempatkan berhenti dulu. Ternyata lahar sekunder. Banjirnya cukup besar, karena longsoran sekunder itu asapnya sampai naik ke jembatan," ujar Arif.

Seorang relawan di lokasi, Winarno, mengonfirmasi bahwa banjir lahar kali ini cukup besar hingga memicu asap sekunder yang mencapai ketinggian jembatan Geladak Perak.

"Lumayan besar. Jadi untuk warga yang ada di bantaran sungai ataupun dekat dengan aliran ini diharapkan hati-hati. Asap sekunder bisa mencapai dari bawah sampai Geladak Perak," jelas Winarno.

Meski demikian, jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang ini tetap dibuka untuk lalu lintas. Petugas dan relawan mengimbau para pengguna jalan, terutama pengendara motor, untuk menggunakan masker saat melintas karena uap dari letusan sekunder dapat membahayakan pernapasan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)